BUMDes Dadi Mulyo Kalurahan Dengok merupakan badan usaha milik kalurahan yang dibentuk sebagai upaya untuk mengelola potensi lokal dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sepanjang tahun berjalan, BUMDes Dadi Mulyo telah melaksanakan berbagai kegiatan usaha dan program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi Kalurahan Dengok.
Pelaksanaan kegiatan BUMDes Dadi Mulyo dilaksanakan berdasarkan prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Pengelolaan usaha dilakukan melalui kerja sama antara pengurus BUMDes, Pemerintah Kalurahan Dengok, serta masyarakat sebagai mitra usaha, sehingga setiap program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi kalurahan.
Selama periode laporan, BUMDes Dadi Mulyo mengelola unit-unit usaha yang berorientasi pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan BUMDes. Selain berfokus pada pengembangan usaha, BUMDes juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan Kalurahan Dengok.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes Dadi Mulyo menghadapi berbagai tantangan yang menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pengelolaan di masa mendatang. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja dan pengembangan usaha agar BUMDes dapat tumbuh secara berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika ekonomi desa.
Berdasarkan hasil pemaparan laporan akhir, peserta forum menunjukkan antusiasme yang tinggi serta memberikan apresiasi kepada pengelola BUMDes. Hal ini disebabkan adanya peningkatan pendapatan BUMDes pada tahun 2025. Kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) Kalurahan Dengok pada tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 0.75% dibandingkan dengan tahun 2024.
Pada unit usaha ketahanan pangan, khususnya bidang usaha bebek petelur, forum menilai bahwa usaha tersebut memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan. Berdasarkan kesepakatan bersama dalam forum, diputuskan untuk melakukan pengembangan usaha dengan menambah jumlah ternak bebek dari rencana semula 500 ekor menjadi 750 ekor guna meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan BUMDes.
Selain itu, peserta forum juga menyampaikan harapan agar unit usaha di bidang pertanian dapat segera dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan usaha BUMDes Dadi Mulyo ke depan, sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Dengok.
Melalui program penyertaan modal pada unit usaha ketahanan pangan, hal ini memicu semangat pengurus BUMDes untuk terus mengembangkan usaha secara profesional, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas kontribusi BUMDes dalam mendukung kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalurahan.